BANDUNG – Peluang meraih penghasilan tambahan di era digital semakin terbuka lebar, salah satunya melalui profesi sebagai affiliator. Dalam Pelatihan Digitalisasi UMKM bertema “Kuasai Pengetahuan Dasar UMKM Digital Demi Kemajuan Usaha Anggota Koperasi” yang diselenggarakan Koperasi Yamughni Bandung, pemateri Wily Amaludin Sanjaya, S.Kom. mengungkapkan bahwa menjadi affiliator kini dapat menjadi sumber pendapatan menjanjikan tanpa harus memiliki produk sendiri maupun mengurus stok barang.
Menurut Wily, perkembangan platform digital terutama TikTok telah menciptakan ekosistem baru yang memungkinkan siapa saja memperoleh komisi dengan mempromosikan produk milik pihak lain. Bahkan, affiliator hanya perlu fokus membuat konten dan membangun audiens, sementara proses pengemasan hingga pengiriman ditangani oleh pemilik produk.
“Affiliator adalah salah satu bentuk marketing online yang saat ini berkembang sangat pesat. Pelaku UMKM maupun masyarakat umum dapat memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tambahan,” jelas Wily dalam sesi pelatihan yang berlangsung di Yamughni Building Lantai 2, Bandung.
Fokus pada Satu Niche
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemula adalah membuat konten tanpa arah yang jelas. Karena itu, Wily menyarankan calon affiliator untuk menentukan terlebih dahulu bidang atau niche yang ingin digarap.
Ia menjelaskan, fokus terhadap satu kategori akan membantu algoritma platform mengenali identitas akun dan menemukan audiens yang tepat. Semakin spesifik tema yang diangkat, semakin besar peluang konten direkomendasikan kepada calon pembeli yang relevan.
Beberapa contoh niche yang potensial antara lain produk kecantikan, fashion muslim, perlengkapan rumah tangga, produk kesehatan, hingga kuliner.
TikTok Jadi Ladang Cuan Baru
Dalam pemaparannya, Wily menyoroti TikTok sebagai platform yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan penjualan. Ia menyebut TikTok saat ini telah berkembang menjadi social commerce yang mengintegrasikan hiburan dan aktivitas belanja dalam satu platform.
“Kalau toko fisik sepi, bisa jadi bukan karena produk tidak bagus. Saat ini pelanggan lebih banyak melihat layar ponsel dibandingkan melihat etalase di pinggir jalan,” ungkapnya.
Karena itu, pelaku usaha maupun affiliator perlu hadir di platform digital agar dapat menjangkau konsumen yang saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.
Rahasia Konten Mudah Masuk FYP
Untuk meningkatkan peluang mendapatkan penjualan, Wily membagikan strategi membuat konten yang berpotensi masuk halaman For You Page (FYP). Menurutnya, terdapat empat kategori konten yang paling mudah mendapatkan jangkauan luas, yaitu hiburan, edukasi, keunikan, dan konten yang konsisten pada satu niche tertentu.
Konten hiburan cenderung menghasilkan interaksi tinggi, sedangkan konten edukatif banyak disimpan dan dibagikan oleh pengguna. Sementara itu, unsur keunikan terbukti mampu menghentikan kebiasaan pengguna untuk terus menggulir layar sehingga meningkatkan peluang video ditonton hingga selesai.
“Waktu paling menentukan ada pada tiga detik pertama. Di situlah penonton memutuskan akan lanjut menonton atau langsung menggulir ke video lain,” jelasnya.
Gunakan ‘Senjata Penghenti Jempol’
Dalam materi yang dibawakannya, Wily memperkenalkan konsep The Hook Arsenal atau senjata penghenti jempol. Strategi ini digunakan untuk menarik perhatian audiens sejak awal video.
Terdapat tiga jenis hook yang dapat digunakan:
- Visual Hook, berupa tampilan produk yang unik atau gerakan visual yang mencolok.
- Text Hook, berupa tulisan menarik seperti “Jangan beli sebelum lihat ini” atau “Rahasia hemat yang jarang diketahui orang”.
- Audio Hook, menggunakan musik tren atau efek suara yang mampu membangun rasa penasaran.
Menurut Wily, kombinasi ketiga elemen tersebut sangat efektif meningkatkan tingkat penayangan dan interaksi video.
Jangan Hanya Posting, Bangun Jaringan Affiliate
Selain membuat konten, calon affiliator juga dianjurkan membangun jaringan kerja sama. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada strategi membentuk grup khusus affiliator, membuat program kampanye yang menarik, serta memanfaatkan program matchmaking yang mempertemukan penjual dengan para kreator konten.
Strategi ini dinilai penting karena semakin banyak affiliator yang bergabung dalam sebuah jaringan, semakin besar pula potensi produk dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Konsistensi Menjadi Kunci
Meski peluangnya besar, Wily mengingatkan bahwa keberhasilan sebagai affiliator tidak bisa diraih secara instan. Konsistensi dalam membuat konten, memahami kebutuhan audiens, serta terus mempelajari tren digital menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan.
Ia menegaskan bahwa siapa pun dapat memulai menjadi affiliator, termasuk pelaku UMKM yang belum memiliki pengalaman di bidang digital marketing. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mulai membuat konten sederhana dan berani memanfaatkan peluang yang tersedia di media sosial.
Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital Indonesia, peluang menjadi affiliator diprediksi akan terus tumbuh. Bagi anggota koperasi maupun pelaku UMKM, profesi ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga sarana memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kemampuan berwirausaha di era digital. | FG12
Liputan WMF











