BANDUNG – Koperasi tidak cukup hanya bertahan sebagai lembaga simpan pinjam. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis, koperasi dituntut mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis yang sehat, menguntungkan, dan berorientasi pada pengembangan usaha anggotanya. Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Arief Lukman Halim, S.E., M.M. dalam Pelatihan Digitalisasi UMKM yang diselenggarakan Koperasi Yamughni Bandung di Yamughni Building Lantai 2, Selasa (25/8/2026).
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Arief menyoroti pentingnya percepatan atau akselerasi bisnis koperasi. Menurutnya, masih banyak lembaga koperasi yang belum mengembangkan potensi usaha secara optimal sehingga sulit bersaing di tengah perkembangan ekonomi dan teknologi yang begitu cepat.
“Koperasi harus memiliki keberanian untuk berkembang dan membangun usaha yang produktif. Jangan hanya berfokus pada aktivitas rutin, tetapi harus mampu menciptakan nilai ekonomi yang berdampak bagi anggota,” ungkapnya.
Usaha Koperasi Harus Menghasilkan Keuntungan
Salah satu penekanan penting yang disampaikan Arief adalah mengenai pengelolaan usaha yang berorientasi pada profitabilitas. Ia menjelaskan bahwa koperasi harus memiliki perencanaan yang jelas terkait sumber dana, pemanfaatan modal, dan target keuntungan yang ingin dicapai.
Menurutnya, setiap modal yang dimiliki koperasi harus dapat dikelola secara produktif sehingga menghasilkan keuntungan yang dapat dinikmati bersama oleh anggota. Karena itu, pengurus perlu memahami perencanaan bisnis, proyeksi keuntungan, dan strategi pengembangan usaha yang terukur. 1
Arief menegaskan bahwa kerugian dalam usaha koperasi harus diminimalkan melalui pengelolaan yang profesional dan keputusan bisnis yang berbasis perhitungan yang matang.
Kurangi Ketergantungan Simpan Pinjam
Dalam pemaparannya, Arief juga mendorong koperasi untuk lebih aktif mengembangkan usaha riil dibandingkan hanya mengandalkan kegiatan simpan pinjam. Menurutnya, peluang usaha yang lebih produktif dapat diperoleh melalui perdagangan, distribusi produk, maupun pengembangan bisnis yang melibatkan anggota koperasi secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa koperasi yang berfokus pada kegiatan usaha nyata memiliki peluang lebih besar untuk bertumbuh sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas kepada anggotanya.
Transparansi Menjadi Kunci Keberlangsungan
Selain aspek bisnis, Arief mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang sehat. Ia menilai banyak koperasi mengalami stagnasi bahkan gulung tikar karena kurangnya keterbukaan antara pengurus dan anggota.
Karena itu, setiap pengelolaan dana, program kerja, hingga pembagian hasil usaha harus dilakukan secara transparan. Menurutnya, kepercayaan anggota merupakan modal utama yang harus dijaga agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Koperasi wajib mengenali anggotanya dengan baik dan membangun komunikasi yang terbuka. Ketika transparansi terjaga, kepercayaan anggota juga akan meningkat,” ujarnya.
Pentingnya Mengikat Pelanggan
Arief juga menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga kemampuan menjaga hubungan dengan pelanggan. Ia mengajak peserta untuk memikirkan strategi agar pelanggan terus membeli dan merasa memiliki kedekatan dengan usaha yang dijalankan.
Menurutnya, loyalitas pelanggan menjadi aset penting yang dapat menjaga kesinambungan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, pelayanan yang baik dan komunikasi yang berkelanjutan harus menjadi bagian dari strategi bisnis koperasi maupun UMKM.
Digital Marketing Tak Harus Rumit
Menjawab pertanyaan peserta mengenai strategi pemasaran bagi pelaku usaha yang masih awam teknologi, Arief memberikan pendekatan yang sederhana. Ia menyarankan agar pelaku UMKM memanfaatkan terlebih dahulu sarana yang sudah dimiliki, seperti WhatsApp Status, grup komunitas, dan promosi dari mulut ke mulut.
Menurutnya, pemasaran digital tidak selalu harus dimulai dengan iklan berbayar atau strategi yang kompleks. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat menghasilkan dampak yang signifikan bagi perkembangan usaha.
Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa afiliator merupakan bagian dari strategi pemasaran digital yang kini berkembang pesat karena mampu membantu memasarkan produk kepada pasar yang lebih luas melalui jaringan kreator konten dan media sosial.
Koperasi Yamughni Didorong Terus Bertumbuh
Di akhir pemaparannya, Arief menyoroti posisi Koperasi Yamughni sebagai koperasi konsumen yang telah berdiri selama delapan tahun. Menurutnya, tantangan utama koperasi konsumen adalah bagaimana terus menambah jumlah konsumen sekaligus meningkatkan transaksi usaha yang melibatkan anggota.
Ia optimistis bahwa dengan tata kelola yang transparan, strategi bisnis yang jelas, serta pemanfaatan teknologi digital, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi anggota. Pelatihan seperti ini, lanjutnya, merupakan langkah penting untuk membangun wawasan bisnis dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan koperasi.
Melalui materi yang disampaikannya, Arief Lukman Halim memberikan pesan bahwa koperasi masa depan harus mampu menggabungkan prinsip kebersamaan dengan profesionalisme bisnis. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan kesejahteraan bersama. | FG12
Liputan WMF











