Jurnalkitaplus – Dunia sepak bola kadang menyuguhkan skenario yang sulit dipercaya. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, para pendukung dari empat klub besar dengan basis suporter masif di berbagai belahan dunia: Persib Bandung, Manchester United, AC Milan, dan FC Barcelona, harus menelan pil pahit secara bersamaan. Hari-hari pertandingan terakhir menyajikan potret kelam ketika keempat raksasa ini kompak menelan kekalahan di kompetisi masing-masing.
Dimulai dari kancah domestik, Persib Bandung harus rela menghentikan tren positifnya setelah takluk tipis 0–1 dari Madura United. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Maung Bandung gagal membongkar lini pertahanan rapat lawan dan justru kecolongan lewat gol tunggal di paruh laga. Hasil ini tentu menjadi evaluasi tersendiri bagi skuad asuhan pelatih untuk kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya.
Kisah yang tak kalah mengenaskan datang dari dataran Inggris. Manchester United (MU) kembali memperlihatkan inkonsistensi yang membuat para penggemarnya geleng-geleng kepala. Bertarung di panggung Liga Champions UEFA, Setan Merah secara mengejutkan dibantai 1–4 oleh Como 1907.
Lini pertahanan MU kocar-kacir menghadapi gempuran lawan, membuat asa untuk berbicara banyak di Eropa kembali mendapat ujian berat.
Beralih ke Italia, AC Milan juga bernasib serupa di kompetisi Eropa.
Rossoneri harus mengakui ketangguhan lawan mainnya, AFC Bournemouth, setelah dibungkam dengan skor telak 0–3 di ajang Liga Europa. Bermain di bawah performa terbaik membuat Milan tak berkutik sepanjang 90 menit pertandingan dan harus pulang tanpa membawa poin.
Sementara itu, dari tanah Spanyol, FC Barcelona melengkapi deretan hasil minor para raksasa ini. Menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam duel sengit di Liga Champions UEFA, Blaugrana harus menyerah dengan skor 2–4. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit di lini serang, rapuhnya lini belakang Barcelona dimanfaatkan dengan baik oleh barisan penyerang PSG untuk mengunci kemenangan.
Kompaknya kekalahan yang diraih Persib, MU, Milan, dan Barcelona. Dalam sepekan terakhir menjadi bukti nyata bahwa di dalam sepak bola, tidak ada tim yang benar-benar aman tanpa konsistensi. Bagi para suporter setianya, pekan ini tentu menjadi momen yang melelahkan secara emosional. Namun, inilah sepak bola – selalu ada laga selanjutnya untuk bangkit dan membayar tuntas kekecewaan. (JKP, AR-011)











