Jurnalkitaplus – Kondisi geografis Indonesia yang berada di dalam jalur Ring of Fire atau cincin api menjadikan ancaman bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Menghadapi potensi risiko tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran mitigasi di tingkat keluarga sebagai fondasi awal penyelamatan diri sebelum bantuan medis maupun tim evakuasi tiba di lokasi kejadian.
Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Dr. Muhammad Hidayat, mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa dan menyiapkan tas siaga bencana di kediaman masing-masing. Keberadaan tas ini dinilai sangat vital karena menyimpan berbagai barang esensial yang berpotensi menyelamatkan nyawa pada jam-jam pertama saat krisis melanda.
Dalam tas darurat tersebut, masyarakat disarankan menyimpan kebutuhan dasar seperti uang tunai secukupnya, cadangan pakaian, dokumen penting, dan perlengkapan P3K. Selain logistik utama, peluit penyelamat menjadi barang unik yang wajib disertakan guna membantu tim SAR mendeteksi keberadaan korban secara cepat. Setiap keluarga juga diimbau memiliki kartu identitas khusus yang mencantumkan nomor kontak darurat serta informasi golongan darah demi mempercepat penanganan medis di lapangan.
Pemerintah menegaskan bahwa langkah mitigasi ini bukan untuk memicu ketakutan publik, melainkan sebagai bentuk adaptasi nyata agar masyarakat dapat hidup selaras dengan risiko alam. Untuk memperluas jangkauan edukasi, pemerintah juga berkolaborasi dengan kreator konten digital di media sosial guna menyebarkan tips evakuasi berbasis visual yang interaktif, sehingga kesadaran mitigasi bencana dapat terus tumbuh di tengah generasi muda dan memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh. | FG12











