Membaca Pikiran Anda

Ketika Diam Jadi Sikap

Jurnalkitaplus – Ed Sheeran selama ini dikenal sebagai musisi yang menghindari kontroversi politik — tapi justru itulah yang kini menjeratnya. Ketika Macklemore, salah satu artis pembuka di tur Loop-nya, berteriak “Free Palestine!” di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey, pada 4-5 September 2026, Sheeran mendadak berada di pusaran perdebatan yang selama ini ia jauhi.

Macklemore membawakan lagu “Hind’s Hall”, lagu protes 2024 yang ia tulis untuk mendukung aksi mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia, dinamai dari penggantian nama gedung Hamilton Hall menjadi “Hind’s Hall” untuk mengenang Hind Rajab, bocah lima tahun yang tewas oleh militer Israel di Gaza pada Januari 2024. Di layar belakangnya, ditampilkan rekaman kehancuran Gaza.

Tekanan dari Pemilik Stadion, Bukan Sekadar Kritik

Berbeda dari yang sering dinarasikan sebagai “kritik”, tekanan yang berujung pencoretan Macklemore datang dalam bentuk ultimatum konkret dari pemilik venue. Israeli-American Council memang lebih dulu mengedarkan petisi meminta Sheeran mencoret Macklemore, tapi pukulan telak datang dari Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Stadion Gillette di Massachusetts. Kraft secara terbuka menyatakan Macklemore tidak akan diizinkan tampil di stadionnya untuk jadwal 25-26 September, dengan alasan “tindakan terbaru Macklemore, materi yang ditampilkan di panggung selama pertunjukan New Jersey, dan sejarah panjang retorika serta imaji antisemitik yang kami yakini menyakiti komunitas Yahudi”.

Promotor tur, Messina Touring Group, kemudian mengonfirmasi ke Rolling Stone bahwa beberapa venue mengancam tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap dalam susunan acara — yang berarti seluruh tur bisa batal dan merugikan ratusan ribu penggemar. Atas dasar itu, promotor memutuskan Macklemore tak lagi tampil di sisa tanggal tur pendukung.

Sheeran Mengelak, Empat Artis Lain Mundur

Sheeran sendiri buru-buru menegaskan lewat Instagram bahwa “keputusan Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusanku”. Namun pembelaan itu tak menghentikan gelombang solidaritas: empat artis pembuka lainnya ikut mundur dari tur sebagai protes atas pencoretan Macklemore.
Macklemore, di sisi lain, menegaskan dua konser itu sudah cukup baginya. “Aku tidak butuh 10 pertunjukan dari Ed. Aku hanya butuh dua — dua kesempatan berdiri di depan 90.000 orang dan berkata, ‘Free Palestine’,” tulisnya, sembari menyebut tur ini sebagai “tur paling sukses yang pernah kujalani” meski hanya tampil dua kali.

Ia juga mengumumkan akan mendonasikan seluruh US$1 juta pendapatan bersihnya dari tur tersebut kepada enam organisasi kemanusiaan Palestina: Palestine Children’s Relief Fund, Anera, HEAL Palestine, Medical Aid for Palestinians, Gaza Soup Kitchen, dan UNRWA USA.

Sorotan Balik ke Sheeran

Musisi lain ikut bersuara. Roger Waters, pendiri Pink Floyd, secara terbuka mengkritik keras sikap Sheeran dalam kasus ini. Lagu “Hind’s Hall” sendiri justru melonjak ke posisi ketiga di tangga iTunes AS setelah kontroversi ini mencuat, sementara data streaming menunjukkan Macklemore mengalami lonjakan pendengar signifikan pasca pencoretannya. | FG12

Sumber : CNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *