Membaca Pikiran Anda

Menyongsong Indonesia Emas 2045: Peringatan Milad ke-27 Ma’had Al-Zaytun

JKP Indramayu – Ma’had Al-Zaytun merayakan hari jadinya yang ke-27 pada Kamis (27/08/2026). Bertempat di Grand Musala Rahmatan Lil Alamin, perayaan tahun ini mengangkat tema strategis: “Menyongsong 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan yang Berkualitas.”

Kilas Balik Perjalanan 27 Tahun

Acara dibuka dengan khidmat melalui prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam tayangan video singkat perjalanan Al-Zaytun , pendiri Ma’had Al-Zaytun, Syaykh Abdus Salam Rasyidi Panji Gumilang, membagikan kisah inspiratif tentang perjuangan membangun institusi ini. Ia menceritakan bagaimana lahan yang dulunya hanya ditumbuhi ilalang kini bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang mandiri.

Perpaduan Budaya dan Intelektualitas

Nuansa perayaan semakin meriah dengan penampilan seni kolaborasi. Para santri mempersembahkan pertunjukan yang memukau, mulai dari alunan musik gamelan, angklung, hingga tarian tradisional Kembang Tanjung yang melambangkan keceriaan dan keagungan.

Fokus pada Investasi Pendidikan

Agenda utama acara diisi dengan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Para narasumber yang mengisi orasi ilmiah diantaranya Prof. Dr. Ciek Juliati Hisyam, M.M., M.Si., seorang Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga pakar sosiologi pendidikan. Beliau menyampaikan orasi mengenai pentingnya habitualisasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan nasional.

Pembicara kedua yakni Prof. Ali Zumar (3:23:46), Direktur Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Migo Serang, Banten, yang menyampaikan pandangannya mengenai integrasi sistem pendidikan di Al-Zaytun.

Dalam peringatan Milad ke-27 Ma’had Al-Zaytun, Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Datuk Sir Imam Prawoto, KRRS., MBA., CRBC. , menyampaikan sambutan mewakili Syaykh Abdus Salam Rasyidi Panji Gumilang yang menekankan beberapa poin strategis. Menurutnya Milad Al-Zaytun tidak semata-mata dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia lembaga, tetapi sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, sekaligus menyusun proyeksi strategis bagi masa depan.

Dalam semangat tersebut, perjalanan Al-Zaytun dipandang sebagai proses berkelanjutan yang perlu terus ditinjau agar tetap relevan terhadap tantangan zaman. Evaluasi menjadi sarana untuk melihat capaian dan kekurangan, konsolidasi memperkuat kesatuan seluruh unsur pendidikan, sedangkan proyeksi diarahkan untuk menyiapkan langkah Al-Zaytun menuju visi besar tahun 2050.

Untuk mendukung arah tersebut, Al-Zaytun menerapkan konsep One Pipe Education System, yaitu sistem pendidikan berkelanjutan yang dirancang mulai dari usia dini hingga jenjang pendidikan pascasarjana. Sistem ini menempatkan pendidikan sebagai proses utuh dan saling terhubung, bukan sekadar tahapan yang berdiri sendiri. Melalui kesinambungan tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pembinaan akademik, karakter, keterampilan hidup, serta wawasan sosial secara bertahap dan konsisten sepanjang perjalanan pendidikannya.

Visi pendidikan Al-Zaytun berlandaskan pada pilar kemandirian, keunggulan intelektual, dan perdamaian universal. Filosofi pendidikannya diibaratkan seperti proses bercocok tanam: pendidikan dasar merupakan tahap menanam benih, pendidikan menengah menjadi masa menyiram dan memupuk, sedangkan pendidikan lanjutan diarahkan untuk menghasilkan buah yang bermanfaat. Dengan proses tersebut, Al-Zaytun menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral yang kokoh, mandiri dalam menghadapi kehidupan, serta mampu menghasilkan karya luas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan dunia.

Sambutan tersebut kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk kesehatan dan kekuatan bagi pimpinan serta seluruh keluarga besar Al-Zaytun agar terus dapat berkontribusi bagi Indonesia dan peradaban dunia.

Tampak tamu yang hadir dan memberikan sambutan pada perayaan ini diantaranya Peter Budono Setiawan (Kanada), Dr. Sultan Amh. Andrian Sulaiman, ST., MBA (King of Nusantara Sultan Paser ke-18), Ir. Ilham Aidit, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, S.I.P., M.Si., Perwakilan Bupati Indramayu, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Asep Syarifudin (Paguyuban Tokoh Masy. Sunda), H. Yoyon Sujana, S.E., Ruzizan Mapilindo

Penutup dan Penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif warga ma’had, acara diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang turnamen olahraga dan seni yang telah berlangsung dalam rangkaian Milad ke-27. | Liputan AR11- FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *