Jurnalkitaplus – Di tengah memanasnya hubungan Spanyol dan Maroko akibat krisis perbatasan, tudingan dalang di balik ini semua mengarah kepada Israel. Namun hingga saat ini, tidak ditemukan bukti langsung yang mengaitkan keterlibatan Israel dalam krisis membanjirnya puluhan ribu migran asal Maroko di wilayah eksklave Spanyol, Ceuta dan Melilla.
Meskipun spekulasi mengenai peran Israel terus berkembang di tengah ketegangan diplomatik, otoritas terkait menegaskan bahwa situasi ini pada dasarnya berakar dari sengketa wilayah berkepanjangan antara Spanyol dan Maroko.
Spekulasi tersebut mencuat pertama kali setelah Wakil Tetap Israel untuk PBB, Danny Danon, melontarkan pertanyaan mengenai alasan Spanyol tetap mempertahankan Ceuta dan Melilla sebagai daerah kantong kolonial di Afrika, yang kemudian direspons oleh Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, dengan pernyataan yang dianggap memperkeruh suasana.
Kondisi ini semakin kompleks karena dipengaruhi oleh beberapa faktor latar belakang, yakni penguatan hubungan pertahanan dan intelijen antara Israel dan Maroko sejak normalisasi tahun 2020, memburuknya hubungan antara Spanyol dan Israel pasca perang di Gaza sejak Oktober 2023, serta adanya dinamika regional lainnya seperti perselisihan diplomatik antara Maroko dan Aljazair hingga ketegangan perdagangan antara Spanyol dan Amerika Serikat.
Terlepas dari berbagai narasi spekulatif tersebut, Spanyol melaporkan bahwa kondisi di lapangan mulai mereda dengan kembalinya hampir 70.000 migran ke wilayah Maroko. | FG12











