jurnalkitaplus, Kota Sukabumi: Ada pemandangan tak biasa di Lapangan SMPN 5 Kota Sukabumi, Kamis (15/10/2026). Sebanyak 261 orang tua wali murid berkumpul bukan untuk pembagian raport, melainkan untuk belajar memahami anaknya lebih dalam.
Melalui kegiatan Parenting bertema “Bukan Sekadar Angka, Memahami Anak, Menumbuhkan Potensi, Mengantarkan Masa Depan”, SMPN 5 Kota Sukabumi mengajak orang tua untuk melihat anak tidak hanya dari nilai akademik.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 5 Kota Sukabumi, Rachmat Dharmadi, M.Pd.
Menurut Guru Bimbingan Konseling SMPN 5, Wulandari, M.Pd kepada wartawan JKP. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan psikotes bagi peserta didik kelas VII.

“Memahami anak tidak cukup hanya dengan melihat angka, tetapi juga dengan mengenali potensi, memahami kebutuhan, serta mendampingi proses tumbuh kembangnya. Melalui kegiatan parenting ini, hasil psikotes diharapkan tidak berhenti sebagai laporan tertulis, melainkan menjadi sarana bagi orang tua dan sekolah untuk mengenali karakteristik, potensi, dan minat anak secara lebih mendalam,” tuturnya kepada JKP.
Hadir sebagai narasumber, Rati Badriyati, S.Psi., Psikolog, yang memberikan pemahaman penting tentang cara membaca hasil psikotes secara tepat dan bijaksana.
Menurut Rati, hasil psikotes bukanlah label yang membatasi kemampuan anak, melainkan sumber informasi untuk membantu orang tua memahami keunikan putra-putrinya. Dari hasil tersebut, orang tua dapat mengenali kekuatan anak, memahami aspek yang masih perlu dikembangkan, serta menentukan pola pendampingan yang sesuai.
“Anak tidak dituntut untuk tumbuh seragam, tetapi diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi dan karakteristiknya,” jelasnya.
Kegiatan parenting ini juga menjadi ruang penguatan sinergi antara keluarga dan sekolah. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, melainkan juga tentang bagaimana anak mengenali dirinya, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan.
Melalui kegiatan ini, SMPN 5 Kota Sukabumi berharap orang tua dapat menjadikan hasil psikotes sebagai bahan refleksi dalam mendampingi anak, bukan sebagai tolok ukur tunggal untuk menilai kecerdasan maupun keberhasilan.

Pada akhirnya, setiap anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Tugas orang tua dan pendidik bukanlah memaksa semua anak bersinar dengan cara yang sama, melainkan membantu mereka menemukan cahaya terbaik dalam dirinya. Karena memahami anak hari ini adalah bagian dari menyiapkan masa depannya esok hari. (NS-15)











