Membaca Pikiran Anda

Tiongkok Mempertahankan Pendidikan sebagai Layanan Publik, Bukan Bisnis

Jurnalkitaplus – Tiongkok telah terus berusaha mengurangi komersialisasi pendidikan wajib oleh menerapkan kebijakan yang mencegah keuntungan di sekolah-sekolah yang melayani anak-anak dalam sistem pendidikan wajib selama sembilan tahun (umur 6 hingga 15 tahun). Di bawah peraturan yang diperkenalkan pada tahun-tahun terakhir, sekolah swasta yang menyediakan pendidikan wajib harus beroperasi sebagai lembaga non-profit, dan investor tidak boleh mendapatkan keuntungan dari pendidikan dasar.

Reformasi ini adalah bagian dari kebijakan pendidikan yang lebih luas di Beijing, yang bertujuan untuk membuat pendidikan lebih terjangkau, adil, dan dapat dijangkau oleh setiap anak.

Pejabat berpendapat bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk membuat pendidikan lebih terjangkau, adil, dan dapat dijangkau oleh setiap anak. Pejabat juga berpendapat bahwa pendidikan wajib tidak boleh menjadi bisnis di mana perusahaan-perusahaan mendapatkan keuntungan dari pendidikan. Mereka percaya bahwa anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar tanpa memandang keuntungan atau keuntungan yang diperoleh dari pendidikan.

Mereka percaya bahwa pendidikan wajib tidak boleh menjadi bisnis yang mendorong keuntungan, melainkan pendidikan yang melayani masyarakat. Meskipun demikian, berita menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara telah menerapkan model pendidikan yang berbeda berdasarkan kebutuhan mereka sendiri dan undang-undang mereka.

Tiongkok terus menarik perhatian di seluruh dunia karena ini mencerminkan pendekatan yang berbeda terhadap keseimbangan antara pendidikan, investasi, dan kesejahteraan masyarakat. | AR11

Sumber : FB we support nationalisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *