Membaca Pikiran Anda

Ust. O. Sobandi: Syukur Sejati Adalah Menggunakan Nikmat Sesuai Kehendak Allah

Bandung — Pembina Reksa Mahardhika Utama (RMU) Bandung, Ustadz O. Sobandi, menegaskan pentingnya memperkuat akidah dan karakter mu’min melalui pemanfaatan nikmat yang benar serta pengikisan sifat-sifat tercela dalam diri. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan silaturahim dan pembinaan anggota RMU Kabupaten Bandung di Sanggar Indah Banjaran, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Mengimplementasikan Nilai-Nilai Dasar Negara dan Diri Setiap Mu’min” ini dihadiri puluhan pengurus dan anggota RMU Kabupaten Bandung.

Syukur Bukan Sekadar Lisan

Mengawali arahannya, Ust. O. Sobandi mengingatkan seluruh anggota untuk tidak sekadar mengucapkan rasa syukur di bibir atas berbagai karunia yang diterima, mulai dari nikmat kehidupan, kesehatan, hingga tersedianya sarana berkumpul.

“Mensyukuri nikmat itu berarti menggunakannya sesuai dengan kehendak dan tujuan dari Sang Pemberi Nikmat,” ujar Ust. O. Sobandi di hadapan para peserta.

Ia mengaitkan wujud syukur tersebut dengan petunjuk Al-Qur’an pada surah Ar-Rum ayat 30 dan Al-An’am ayat 104, yang menekankan pentingnya menjaga fitrah manusia serta mengasah kesadaran mata hati dalam menerima kebenaran.

Membangun Fondasi Mu’min yang Utuh

Dalam pembahasan mengenai tema utama, Ust. O. Sobandi memaparkan bahwa karakter seorang mu’min serta keberlanjutan pergerakan organisasi harus ditopang oleh dimensi pembinaan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

“Tugas kita menjaga dan menyucikan ajaran harus dilandasi dengan pemurnian ketaatan semata-mata kepada Allah, bukan sekadar rutinitas membaca tasbih,” tegasnya.

Beliau mejelaskan bahwa penguatan fondasi tersebut mencakup berbagai aspek penting:

  • Penguatan fondasi keyakinan dan iman.
  • Pengondisian lingkungan dan situasi pendukung.
  • Penanaman rasa tanggung jawab.
  • Penguatan dan kemandirian ekonomi/keuangan.
  • Membina hubungan, jejaring, serta silaturahim yang berkelanjutan.

Sholat sebagai Pembersih Jiwa dari Kikir dan Keluh Kesah

Lebih lanjut, Ust. O. Sobandi menyoroti pentingnya meneladani ibadah sholat Rasulullah SAW agar memberikan dampak nyata dalam perilaku sehari-hari. Merujuk surah Al-Fath ayat 29, ia mengingatkan bahwa kekhusyukan ibadah harus memancarkan dampak positif (atsar as-sujud) di tengah lingkungan sosial.

“Sholat yang didirikan dengan kesadaran penuh dan terus-menerus harus mampu membersihkan jiwa kita dari dua sifat buruk, yaitu sifat kikir dan mudah berkeluh kesah,” ungkap Ust. O. Sobandi.

Di akhir pemaparannya, beliau mengingatkan seluruh hadirin akan hakikat kematian dan penyesalan manusia yang terlambat beramal saleh, seraya mengajak anggota RMU Kabupaten Bandung untuk menyegerakan kebaikan dan terus memperkuat kebersamaan. | Liputan PTN-41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *